TIMES MALUT – Bantuan air bersih beserta tim teknis dari Balai Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum tiba di Desa Tolofuo, Kecamatan Loloda, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Minggu, 18 Januari 2026. Bantuan tersebut diterima langsung oleh masyarakat setempat.
Bantuan yang disalurkan meliputi satu unit genset berkapasitas 5.000 watt, pompa air, tiga unit profil tank berkapasitas 1.100 liter, pipa, serta bahan bakar. Pada hari yang sama, tim teknis mulai mengerjakan kembali sumber air minum untuk memenuhi kebutuhan warga.
Sehari sebelumnya, Sabtu, 17 Januari 2026, pemerintah telah lebih dulu menyalurkan bantuan air minum dan mengerahkan tim teknis serta peralatan sumur bor sebagai langkah awal penanganan darurat.
Krisis air bersih di Desa Tolofuo terjadi setelah banjir dan longsor pada awal Januari 2026. Bencana tersebut menimbun dua bak penampungan air dan menutup sumber mata air utama desa. Akibatnya, ratusan warga kehilangan akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Penanganan dilakukan setelah Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang bersama Balai Cipta Karya Kementerian PUPR menggelar rapat koordinasi pada Jumat, 16 Januari 2026.
Dalam rapat tersebut disepakati tiga langkah penanganan. Pertama, Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara menyalurkan 200 galon air minum untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa perbaikan. Kedua, Balai Cipta Karya melakukan penanganan darurat dengan memanfaatkan sumur milik warga di RT 03 Desa Tolofuo. Penanganan ini mencakup penyediaan pompa air, profil tank, dan genset, dengan target pekerjaan selama 17–19 Januari 2026.
Ketiga, Balai Cipta Karya menyiapkan penanganan jangka panjang berupa perbaikan intake dan jaringan pipa distribusi air yang rusak akibat longsor. Pekerjaan tersebut ditargetkan berlangsung selama satu bulan dan dimulai setelah penanganan darurat selesai. Pemerintah berharap layanan air bersih kembali normal sebelum Ramadan.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyatakan langkah ini dilakukan untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana alam.(*)

Tinggalkan Balasan