TIMES MALUT – Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Republik Indonesia Robben Rico menilai perkembangan Sekolah Rakyat 1C di Ternate, Maluku Utara, menunjukkan hasil yang luar biasa meski baru berjalan sekitar dua setengah bulan.

Penilaian tersebut disampaikan Robben Rico saat melakukan kunjungan kerja ke Sentra Wahana Bahagia Ternate, Rabu, 17 Desember 2025 kemarin. Sekolah Rakyat 1C mulai beroperasi sejak 30 September lalu sebagai bagian dari program pendidikan sosial Kemensos.

Menurut Robben, perubahan paling menonjol terlihat pada karakter dan kedisiplinan para siswa. Anak-anak yang sebelumnya menghadapi berbagai tantangan kini menunjukkan peningkatan sikap, kemandirian, dan kedisiplinan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Kolaborasi pemerintah daerah, lintas sektor, serta kekompakan kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik menjadi kunci perubahan ini,” kata Robben di sela kunjungan.

Ia mencontohkan kebiasaan ibadah siswa yang kini lebih teratur. Seluruh siswa dilaporkan bangun pukul 04.00 WIT untuk melaksanakan salat Subuh berjamaah, sebuah perubahan signifikan dibandingkan kondisi awal program.

Robben menilai Sekolah Rakyat berpotensi menjadi instrumen penting dalam pembentukan karakter sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia di Maluku Utara. Program ini juga sejalan dengan agenda Presiden dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Selain aspek kedisiplinan, Robben mengapresiasi kemandirian siswa dalam menjaga kebersihan kamar masing-masing. Ia berharap kebiasaan tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara akan memulai pembangunan Sekolah Rakyat permanen di dua lokasi. Robben meminta PT Telkom untuk menyiapkan infrastruktur telekomunikasi sejak awal agar proses belajar mengajar dapat berjalan optimal saat bangunan selesai.

“Ketika pembangunan rampung, fasilitas dasar seperti internet, listrik, dan air bersih harus sudah tersedia,” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial Maluku Utara Zen Kasim mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat tersebut akan dimulai pada tahun depan dengan pendanaan dari APBN. Dua lokasi yang telah ditetapkan berada di Desa Rioribati, Kabupaten Halmahera Barat, dan Desa Kukumutu Kao, Kabupaten Halmahera Utara.(*)