TIMES MALUT – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menghadiri dan membuka Rapat Kerja Nasional Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) 2025 yang dipusatkan di Kota Ternate, Jumat, 5 Desember 2025. Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, hadir langsung memimpin forum yang berlangsung hingga 7 Desember.
Dalam sambutannya, Sherly menekankan bahwa penetapan Maluku Utara sebagai tuan rumah Rakernas menjadi momentum penting bagi daerah untuk memperkuat posisi dalam pengembangan olahraga panjat tebing nasional. Ia menyebut kekayaan alam Maluku Utara sebagai modal utama.
“Alam Maluku Utara sangat kaya dan bagus. Panjat tebing bukan hal baru bagi masyarakat kami. Sejak kecil, kami terbiasa memanjat,” ujar Sherly.
Sherly lalu menawarkan tiga program kolaborasi konkret antara Pemprov dan FPTI. Pertama, menjadikan Maluku Utara sebagai pusat pelatihan Panjat Tebing Indonesia Timur, yang memanfaatkan karakter alam Malut sebagai arena panjat alami. Kedua, penyelenggaraan Maluku Kie Raha Climbing Festival sebagai agenda tahunan yang menyatukan olahraga, UMKM, dan pariwisata. Ketiga, pembangunan Talent Incubator dan pemberian beasiswa atlet sebagai bentuk dukungan pembinaan jangka panjang.
Pemerintah provinsi, kata Sherly, telah menyiapkan dukungan mulai dari fasilitas latihan, peningkatan kapasitas pelatih, hingga pembiayaan pendidikan bagi atlet berprestasi.
Yenny Wahid dalam sambutannya turut mengapresiasi kepemimpinan Sherly dan pemahamannya yang cepat terhadap ekosistem panjat tebing. Ia juga memuji kesiapan FPTI Maluku Utara yang baru dilantik namun langsung dipercaya menyelenggarakan agenda nasional.
Menurut Yenny, panjat tebing Indonesia berada pada fase kemajuan setelah meraih sejumlah medali internasional, termasuk di ajang World Games. Rakernas di Ternate, katanya, menjadi ruang merumuskan strategi pembinaan dan memperkuat industri olahraga berbasis alam.
Agenda pembukaan Rakernas turut dihadiri Wakil Gubernur Sarbin Sehe yang juga Ketua KONI Malut, unsur Forkopimda, Sekprov Malut, pengurus pusat FPTI, perwakilan KOI, serta para ketua FPTI provinsi. Rangkaian kegiatan juga meliputi diskusi “Perempuan dan Olahraga” serta penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprov Malut dan FPTI mengenai pengembangan wisata berbasis alam.(*)

Tinggalkan Balasan