TIMES MALUT – Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus memperkuat komitmen dalam pengembangan pendidikan, budaya, dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Upaya tersebut diperkuat melalui kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam sebuah kuliah umum di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Kamis, 20 November 2025.

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos menyampaikan bahwa Jawa Tengah memiliki pengalaman panjang dalam menempatkan budaya sebagai bagian penting pembangunan daerah. Menurutnya, praktik tersebut relevan untuk dijadikan rujukan bagi Maluku Utara dalam memperkuat ekosistem budaya dan sektor ekonomi kreatif.

“Banyak yang saya pelajari dari Jawa Tengah. Intinya adalah pendidikan yang baik akan menghasilkan literasi dengan karakter yang kuat, kreatif, dan produktif,” ujar Sherly.

Sherly menegaskan bahwa pemerintahannya menempatkan budaya sebagai salah satu penggerak ekonomi baru di Maluku Utara. Ia menilai literasi budaya berperan penting dalam membangun identitas daerah sekaligus mendorong terciptanya kreativitas generasi muda.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menjelaskan bahwa pihaknya menempatkan ekonomi kreatif sebagai prioritas pembangunan daerah. Salah satu upaya yang dilakukan ialah program Kecamatan Berdaya, yang bertujuan memperkuat pusat-pusat kreativitas berbasis masyarakat.

“Kearifan lokal perlu kita uri-uri. Budaya itu benteng pertama dan terakhir,” kata Luthfi.

Kuliah umum di ISI Surakarta tersebut menjadi ruang kolaborasi antara ISI Surakarta, Pemprov Jawa Tengah, dan Pemprov Maluku Utara. Pemerintah Maluku Utara berharap sinergi lintas daerah ini dapat mempercepat transformasi sektor budaya dan ekonomi kreatif, serta memperkuat posisi Maluku Utara sebagai pusat kreativitas baru di kawasan timur Indonesia.(*)