TIMES MALUT – Gubernur Maluku Utara Sherly Laos mengimbau masyarakat agar mewaspadai aksi penipuan yang mengatasnamakan Pemerintah Provinsi Maluku Utara terkait program pemberangkatan ibadah umroh.

Sherly menegaskan, program umroh resmi Pemprov Maluku Utara tahun 2025 telah diberangkatkan pada September lalu. Untuk tahun 2026, kata dia, belum ada penetapan resmi terkait pemberangkatan berikutnya.

“Belakangan ini beredar informasi ada pihak yang mengatasnamakan Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk meminta sejumlah uang dengan alasan persiapan atau kelancaran program umroh. Saya tegaskan, untuk tahun 2026 belum ada penetapan resmi,” ujar Sherly dalam keterangan tertulis, Senin 10 November 2025.

Sherly juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap oknum yang mengaku perwakilan pemerintah maupun mitra Pemprov yang meminta uang dengan alasan apa pun.

“Itu bisa jadi modus penipuan,” tegasnya.

Ia meminta masyarakat yang menemukan praktik mencurigakan agar segera melapor ke pihak berwajib atau menghubungi Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Maluku Utara di nomor 0822-1576-1041.

“Mari kita jaga bersama agar niat suci untuk beribadah tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Sherly.

Pemprov Malut juga mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan kebenaran informasi melalui saluran resmi pemerintah, seperti situs dan media sosial resmi Pemprov Malut (@maluprov), serta pengumuman dari instansi terkait.(*)