TIMES MALUT – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda turun langsung meninjau sejumlah Satuan Pengolahan Pangan Gizi (SPPG) di Kota Ternate. Langkah itu dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan memenuhi aturan sanitasi pangan yang berlaku.

Sherly mengatakan, peninjauan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata Pemprov Maluku Utara terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam kunjungan itu, Sherly didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr. Julys Giscard Kroons dan Kepala Dinas Pendidikan Abubakar Abdullah. Sejumlah lokasi yang dikunjungi antara lain SPPG Jati 1 yang dikelola Yayasan Abdi Bangun Negeri, SPPG Jati 2 di bawah Yayasan Gerbang Mas Obi, dan SPPG Ngade yang dikelola Yayasan Alif Karya Bangsa.

Kepada para pengelola dan tenaga dapur, Sherly menekankan pentingnya menjalankan tugas dengan hati dan tanggung jawab. Ia menilai, keberhasilan program MBG tak hanya soal distribusi, tapi juga soal kualitas dan dampak nyata bagi anak-anak penerima manfaat.

“Program Makan Bergizi adalah program unggulan Bapak Presiden. Kita harus bekerja dengan hati agar program ini benar-benar membawa dampak positif bagi peningkatan kualitas SDM menuju Indonesia Emas,” kata Sherly, Jumat, 7 November 2025.

Sherly juga meminta Dinas Kesehatan memperketat pengawasan terhadap penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Menurutnya, SLHS harus menjadi bukti nyata di lapangan bahwa dapur SPPG memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

“SLHS harus benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan. Semua ini demi menjamin kebersihan dan keamanan dapur SPPG,” tegasnya.

Sherly menegaskan, keberhasilan program nasional bukan diukur dari serapan anggaran, tapi dari pelaksanaan di lapangan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Dukungan kita terhadap Asta Cita Presiden harus terlihat dari kerja nyata. Kita ingin anak-anak Maluku Utara tumbuh sehat, cerdas, dan kuat karena mereka fondasi Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.(*)