TIMES MALUT – Ditengah harapan masyarakat akan pembinaan sepakbola usia dini yang berkelanjutan, Sekolah Sepak Bola (SSB) Bintang Timur akhirnya menunjukkan tanda kebangkitan. Setelah lama mengalami kevakuman, sebuah forum bertajuk “Rembuk Ide” yang digelar pada Minggu, 22 Juni 2025 tadi malam, sukses melahirkan kepengurusan baru yang diharapkan menjadi motor penggerak semangat sepakbola di Kelurahan Dowora khususnya dan Tidore Timur umumnya.
Melalui forum yang digelar dengan suasana kekeluargaan dan penuh semangat, disepakati formasi kepengurusan baru: Kasim M. Nur sebagai Ketua, Ali Muhammad sebagai Sekretaris, dan Abdul Hakim sebagai Bendahara.
Kasim M. Nur dalam kesempatan tersebut menyampaikan, kebangkitan ini tak sekadar mengganti struktur organisasi. Ia menandai awal dari sebuah gerakan baru—gerakan yang menempatkan sepakbola sebagai sarana pendidikan karakter, ruang bermain yang sehat, serta jalan masa depan anak-anak Tidore Timur. SSB Bintang Timur akan membuka diri untuk semua anak-anak tanpa kecuali.
“Kami ingin SSB ini menjadi rumah bersama. Di sini bukan hanya belajar menggiring bola, tapi juga menanamkan semangat kerja keras, disiplin, dan kebersamaan. Ini tentang masa depan,” ujarnya penuh optimisme.
Bukan Hanya Bangkit, Tapi Bergerak Lebih Besar
Menariknya, kepengurusan baru ini tidak menunggu lama untuk bergerak. Dalam waktu dekat, mereka akan menindaklanjuti pertemuan ini dengan forum lanjutan berskala lebih besar, melibatkan para pecinta, pemerhati, serta tokoh-tokoh sepakbola dari Kelurahan Dowora dan sekitarnya.
Menurut Kasim, pertemuan itu dirancang sebagai wadah konsolidasi untuk menyamakan visi dan semangat, serta menyusun peta jalan pembinaan sepakbola jangka panjang.
“Ini menjadi langkah penting untuk menguatkan jaringan kerja sama antar pelatih, orang tua, komunitas pemuda, dan elemen masyarakat lainnya yang selama ini mendukung secara diam-diam, ” tegasnya.
Kasim melanjutkan, bahwa dalam pembinaan generasi muda melalui SSB nanti sangat membutuhkan kerja kolektif dan kesadaran bersama.
“Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang melalui olahraga, terutama sepakbola. Maka perlu diinisiasi dengan kerja kolektif kita para senior. Dan itu harus dilakukan dengan membimbing dan mengarahkan mereka melalui pendekatan-pendekatan yang terukur, “terang Kasim.
Dengan semangat baru ini, Kasim berkomitmen SSB Bintang Timur tak hanya ingin membentuk pemain, tapi juga membentuk manusia.
“Di lapangan tempat mereka berlatih, tersimpan cita-cita besar: melahirkan anak-anak Tidore Timur yang percaya diri, sehat jasmani, dan kuat mental. Kami ingin menjadi bagian dari sejarah panjang sepakbola di Kelurahan Dowora dan Kecamatan Tidore Timur. Kini, tinggal masyarakat yang menentukan: apakah akan menjadi penonton kebangkitan ini, atau menjadi bagian dari langkah besar menuju perubahan, ” tutupnya.
Turut hadir dalam rembuk ide tersebut, Bapak Thalib Ibrahim, Imam Masjid Al-Mukhlisin Dowora yang juga Ketua SSB Bintang Timur sebelumnya, Pemerhati Sepakbola Sofyan Umar, Ketua Forum Komunikasi Generasi Muda Dowora (Fomasigaro), Suyono Sahmil, Ketua Panitia Fomasigaro Cup Irwan Misa yang juga merupakan Pelatih Lisensi D di Kelurahan Dowora, serta beberapa Tokoh Pemuda di Kelurahan Dowora.***

Tinggalkan Balasan