TIMES MALUT – Sultan Jailolo Achmad Sjah mengajak pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan di Maluku Utara memperkuat sinergi untuk menjaga stabilitas daerah.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan tata kelola yang baik serta pelestarian nilai-nilai adat dan budaya.
Achmad Sjah mengatakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Halmahera Barat hingga kini masih aman dan kondusif. Ia menilai situasi tersebut menjadi modal penting untuk mendorong pembangunan di berbagai sektor.
“Keamanan yang kondusif merupakan fondasi bagi pembangunan. Karena itu, stabilitas daerah harus terus dijaga bersama,” kata Achmad Sjah, Minggu, 26 Juli 2026.
Selain menjaga stabilitas, ia menilai penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih juga menjadi hal yang penting. Menurutnya, pencegahan korupsi perlu diperkuat melalui pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel.
“Pengelolaan anggaran yang transparan akan meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan program pemerintah berjalan sesuai aturan,” ujarnya.
Achmad Sjah juga menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia berharap program tersebut dapat berjalan optimal dengan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
“Program MBG diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memberi ruang bagi UMKM lokal untuk ikut berpartisipasi sehingga ekonomi daerah ikut bergerak,” katanya.
Menurutnya, Program Koperasi Merah Putih (KMP) juga memiliki peluang meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika melibatkan koperasi desa dan mengoptimalkan potensi usaha lokal.
Di bidang kebudayaan, Sultan Jailolo mengingatkan pentingnya menjaga warisan adat sebagai identitas daerah. Ia menilai pelestarian budaya bukan hanya untuk mempertahankan tradisi, tetapi juga dapat menjadi daya tarik sektor pariwisata.
Saat menyinggung Festival Teluk Jailolo (FTJ), Achmad Sjah berharap penyelenggaraannya tetap mempertahankan identitas, sejarah, dan filosofi yang menjadi ciri khas sejak pertama kali digelar.
“FTJ memiliki nilai strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya Halmahera Barat. Karena itu, identitas dan filosofi yang menjadi ruh festival ini harus tetap dijaga,” tuturnya.
Di akhir keterangannya, Achmad Sjah menegaskan hubungan Kesultanan Jailolo dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat maupun berbagai lembaga selama ini berjalan harmonis.
“Komunikasi dan koordinasi yang telah terjalin harus terus dipertahankan demi menjaga situasi daerah yang aman, kondusif, serta mendukung kemajuan Maluku Utara,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan