TIMES MALUT – Direktur Lembaga Pengelolah Dana Pendidikan (LPDP) Dwi Larso mengapresiasi langkah Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos dalam mewujudkan program 100 hari kerja.

Dwi Larso bilang, Sherly datang langsung ke Kantor LPDP di Jakarta untuk memperjuangkan agar anak-anak Maluku Utara mendapatkan beasiswa.

“Keaktifan Gubernur Maluku Utara untuk mendapatkan beasiswa dari LPDP sangat kami apresiasi.  Saya melihat tidak saja di dunia maya yang gencar berbicara tentang pendidikan, tapi di dunia nyata juga ada. Itu dibuktikan dengan kunjungan ibu Gubernur ke kantor kami, satu hal yang cukup luar biasa dan jawaban  atas kunjungan itu, kita langsung datang ke Malut, ini impactnya cukup besar bagi warga Malut,” kata Direktur LPDP saat gelar sosialisasi di Unkhair Ternate, Rabu, 28 Mei 2025.

Dwi  mengatakan, kunjungan Gubernur Maluku Utara ke kantor LPDP itu, tentunya tidak saja bicara tentang beasiswa, tapi juga bicara masalah sekolah unggulan garuda, sekolah rakyat, serta lapangan kerja, ini semata-mata untuk kepentingan Maluku Utara di masa mendatang.

“Tentunya kami sangat mendukung program yang dicanangkan Gubernur dan Wakil Gubernur, ini juga sesuai dengan Asta Cita dari Presiden Prabowo, agar makin banyak putra-putri yang bisa bersekolah mendapat pendidikan yang layak,” ungkapnya.

Untuk mendapatkan beasiswa dari LPDP, Dwi Larso menyatakan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, misalnya, harus tercatat tinggal di Maluku Utara kurang lebih 10 tahun, dari berbagai kalangan dan profesi, juga batas usia, IPK dan Toefl bagi yang ingin ke luar negeri.

“Saya merasa senang apa bila putra putri Maluku Utara dapat ikut program beasiswa ini, karena ini memiliki multi player efek yang cukup menguntungkan bagi Maluku Utara. Untuk jumlah kuota setiap daerah, kami tidak bisa memastikan, karena ini diperuntukan untuk semua rakyat indonesia. Tetapi untuk Maluku Utara bisa masuk pada jalur beasiswa afirmasi,”jelasnya.

Dwi menambahkan, untuk beasiswa afirmasi, Maluku Utara akan bersaing juga dengan daerah afirmasi yang lain, misalnya Papua, NTT, Nias, Miyangas dan Natuna. Hal ini dilakukan, agar pihaknya bisa mendapatkan orang-orang terbaik yang mampu bersaing dengan putra-putri yang berada di Pulau Jawa.

Dirinya juga menyampaikan bahwa untuk kategori beasiswa afirmasi akan melanjutkan kuliah ke kampus terbaik dengan akreditasi A, sementara untuk reguler atau ke luar negeri dengan negara tujuan terbesar adalah Inggris, Australia, Amerika dan Belanda.

“Terdapat kurang lebih 53 negara tujuan, dengan kategori kampus top unggulan 100 di dunia untuk reguler dan top unggulan 200 di dunia untuk yang afirmasi, serta kampus yang berakreditasi A untuk dalam negeri,”jelasnya.

Senada, Sekda Provinsi Maluku Utara Samsuddin A. Kadir menyampaikan terima kasih Direktur LPDP yang datang di Maluku Utara.

“Alhamdulillah, kami tentunya merasa bersyukur atas kedatangan Direktur LPDP ke Maluku Utara. Ini merupakan suatu langkah baik untuk kelangsungan program pendidikan bagi masyarakat Malut guna mendapatkan beasiswa dari LPDP,” ungkapnya.

Ia berharap, seluruh masyarakat terutama mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan agar dapat mengikuti program beasiswa dari LPDP.

Samsuddin juga mengutip pernyataan Gubernur Sherly Tjoanda Laos, bahwa dengan semakin banyak anak-anak yang melanjutkan  pendidikan sekolah, maka tentunya akan menghapus kemiskinan struktural di masyarakat.

“Tentunya ini program beasiswa LPDP ini sangat berguna bagi anak-anak Maluku Utara,” tutupnya.***