TIMES MALUT – Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, menegaskan bahwa dirinya tidak membutuhkan tambahan ekonomi berupa setoran dari pihak manapun.

Sherly bahkan mengharamkan teman, keluargan, kerabat, relawan atau siapapun mencari proyek atau mengatur-atur jabatan di Pemerintah Provinsi Maluku Utara, dengan membawa namanya.

“Saya tidak memberikan kewenangan kepada siapapun,untuk membawa nama saya, untuk menjual jabatan, menjual proyek. Saya tidak butuh tambahan nilai ekonomi dari saudara-saudara (pimpinan OPD),” tegasnya, saat rapat bersama pimpinan OPD, Sabtu, 8 Maret 2025.

Sherly bilang, tujuannya hanya bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan untuk memperkaya diri sendiri.

“Kita diberikan amanat oleh rakyat, digaji oleh rakyat untuk bisa meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup mereka,”jelasnya.

“Sebagai pemimpin, seyogyanya harus melayani rakyat. Karena dibayar oleh negara untuk memastikan semua pelayanan dasar di deliver dengan baik, cepat, tepat, profesional dan responsif,” tambahnya.

Untuk dapat bekerja dengan baik, lanjut Sherly, dapat menggunakan anggaran seefektif mungkin, belum lagi adanya inpres nomor 1 tahun 2025 terkait dengan efesiensi anggaran.***