TIMES MALUT – Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Pertanian menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Perencanaan Pembangunan Pertanian Provinsi Maluku Utara tahun 2026.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Provinsi (Sekprov) Samsuddin Abdul Kadir di Muara Hotel Ternate, Kamis, 9 April 2026.

Dalam sambutannya, Samsuddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara, para Kepala Dinas Pertanian kabupaten/kota se-Maluku Utara, narasumber, serta peserta yang hadir sebagai wujud komitmen bersama dalam memajukan sektor pertanian yang mandiri dan berdaya saing.

“Sektor pertanian hingga saat ini masih menjadi salah satu pilar utama dalam struktur perekonomian Provinsi Maluku Utara. Berdasarkan data pembangunan daerah, kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berada pada kisaran 9,5 persen, dengan subsektor perkebunan sebagai unggulan sebesar 4 persen,” ujar Samsuddin.

Ia menjelaskan, angka tersebut menunjukkan peran strategis sektor pertanian, tidak hanya sebagai penyumbang ekonomi daerah, tetapi juga sebagai penyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, khususnya di wilayah pedesaan dan kepulauan.

Namun demikian, ia mengungkapkan sebagian besar komoditas pertanian masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah tanpa melalui proses pengolahan yang memadai. Hal ini menyebabkan nilai tambah belum sepenuhnya dinikmati di daerah, sekaligus membuat posisi tawar petani relatif rendah.

Oleh karena itu, tema Rakortek tahun ini, yakni hilirisasi dan modernisasi pertanian dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, dinilai sangat relevan untuk menjawab tantangan pembangunan ke depan.

“Hilirisasi merupakan upaya meningkatkan nilai tambah melalui pengolahan komoditas, sementara modernisasi adalah transformasi menuju sistem pertanian yang lebih efisien, produktif, dan berbasis teknologi,” jelasnya.

Samsuddin berharap, melalui forum ini dapat diidentifikasi berbagai persoalan di lapangan, dirumuskan solusi yang tepat, serta disusun langkah-langkah strategis yang dapat diimplementasikan secara konkret.

Ia juga mendorong peserta untuk memanfaatkan forum sebagai ruang diskusi, berbagi pengalaman, serta memperkuat koordinasi dan sinergi.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Pembangunan sektor pertanian membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan dunia usaha,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian di Maluku Utara sangat ditentukan oleh komitmen bersama dalam mendorong hilirisasi dan modernisasi secara terarah dan berkelanjutan.

“Dengan potensi sumber daya yang kita miliki, saya optimistis sektor pertanian dapat menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing,” pungkasnya.(*)