TIMES MALUT – Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda mengajak masyarakat tetap menjaga kedamaian dan memperkuat persaudaraan di tengah konflik yang terjadi di Patani, Kabupaten Halmahera Tengah.
Sherly mengatakan Pemprov Malut berkomitmen menjaga situasi tetap kondusif. Sebagai bentuk keseriusan, Wakil Gubernur Sarbin Sehe bersama Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol Stephen M. Napiun turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi serta memastikan keamanan masyarakat.
“Pemerintah hadir untuk memastikan semua pihak merasa didengar, dilindungi, dan mendapatkan ruang yang adil untuk menyampaikan pandangannya,” kata Sherly, Minggu, 5 April 2026.
Ia menegaskan setiap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi terbuka dan saling menghormati. Pemerintah daerah, kata dia, juga mendorong keterlibatan tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam membangun kembali kepercayaan antarwarga.
Menurut Sherly, kehadiran Wakil Gubernur dan Wakapolda di lokasi merupakan langkah penting untuk menjaga stabilitas serta memastikan penanganan situasi berjalan tenang, terukur, dan berimbang.
“Kehadiran pemerintah dan aparat di lapangan adalah untuk menenangkan, melindungi, dan memastikan situasi tidak berkembang lebih jauh,” ujarnya.
Sherly juga mengimbau masyarakat bijak menyikapi informasi yang beredar, terutama di media sosial, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum terverifikasi.
“Kita semua memiliki peran untuk menjaga kedamaian. Mari saling menenangkan dan tidak memperkeruh keadaan,” katanya.
Ia menambahkan, masyarakat Maluku Utara memiliki nilai persaudaraan yang kuat sebagai fondasi kehidupan bersama.
“Perbedaan tidak boleh memisahkan kita. Justru dalam situasi seperti ini, kita diuji untuk saling menjaga dan saling menguatkan,” tutup Sherly.(*)

Tinggalkan Balasan