TIMES MALUT – Pemerintah Provinsi Maluku Utara mulai menerapkan Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) pada 2026. Program ini ditujukan untuk menjawab persoalan akses pendidikan di wilayah kepulauan dan terpencil.
Maluku Utara ditetapkan sebagai pilot project nasional Sekolah Terbuka berbasis digital oleh Kementerian Pendidikan. Melalui program ini, siswa di wilayah kepulauan tidak lagi harus menempuh perjalanan laut berisiko untuk bersekolah.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Pulau Saminyamau, Morotai. Mulai tahun depan, siswa di pulau tersebut dapat mengikuti pembelajaran SMA Negeri 1 Morotai tanpa harus menyeberang laut, yang selama ini bergantung pada transportasi speedboat.
Program PJJ ini akan sepenuhnya dipandu oleh Kementerian Pendidikan sebagai model pendidikan digital yang dirancang khusus untuk kondisi geografis kepulauan.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengatakan kebijakan ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap anak-anak di daerah terluar.
“Ini bukan hanya soal pendidikan digital, tetapi tentang menyelamatkan masa depan anak-anak kepulauan,” ujar Sherly, Sabtu, 20 Desember 2025.
Jika berjalan optimal, PJJ di Maluku Utara diharapkan dapat menjadi rujukan nasional dalam pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi keterbatasan transportasi dan infrastruktur.(*)

Tinggalkan Balasan