TIMES MALUT – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kadri La Etje, menghadiri pelantikan dan pengukuhan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Provinsi Maluku Utara periode 2025–2030. Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Royal Resto, Ternate, Sabtu, 22 November 2025.
Pelantikan dihadiri Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, bersama jajaran pengurus pusat. Hadir pula pengurus DPW TMI Maluku Utara, unsur Forkopimda provinsi dan Kota Ternate, perwakilan pemkot Ternate dan Tidore, Kepala Bulog Ternate, perwakilan Bank Indonesia, serta jajaran pengurus TMI se-Maluku Utara.
Acara diawali dengan pembacaan keputusan DPN TMI mengenai susunan kepengurusan DPW Maluku Utara, sebelum dilanjutkan dengan prosesi pelantikan dan pengukuhan.
Dalam sambutannya yang mewakili Gubernur, Kadri La Etje menyampaikan selamat kepada pengurus baru. Ia menegaskan bahwa keberadaan Tani Merdeka Indonesia diharapkan dapat memperkuat peran petani, meningkatkan ketahanan pangan daerah, serta mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Kadri juga mengapresiasi sejumlah program yang dicanangkan organisasi tersebut, seperti distribusi bantuan pangan bagi petani yang membutuhkan, pendampingan usaha pertanian skala kecil, dan edukasi terkait pertanian berkelanjutan. Pemerintah daerah, katanya, siap berkolaborasi guna mendorong percepatan pembangunan sektor pertanian di Maluku Utara.
Ketua DPN TMI, Don Muzakir, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Tani Merdeka Indonesia berkomitmen mendukung petani menghadapi berbagai tantangan, sekaligus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan stabilitas pangan.
Adapun Ketua DPW TMI Maluku Utara yang baru dilantik, Mislan Syarif, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan pentingnya menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada petani, nelayan, dan peternak, termasuk akses terhadap teknologi, keadilan tata niaga, dan dukungan pemerintah.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto selaku penasihat TMI, Ketua Pembina Sudaryono, serta Ketua Pimpinan Pusat Muzakir,” Kepemimpinan ini bukan soal jabatan, tetapi pengabdian kepada negara dan rakyat,” ujarnya.
Pelantikan tersebut diharapkan menjadi momentum penguatan gerakan pertanian yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus upaya memperkuat kedaulatan pangan di wilayah Maluku Utara.(*)

Tinggalkan Balasan