TIMES MALUT – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengapresiasi kolaborasi Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Tokopedia, dan Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Rumah Yatim dalam program Transformasi Pendidikan Berkelanjutan: Membangun Fasilitas Layak untuk Generasi Emas Maluku Utara.
Apresiasi itu disampaikan Sherly saat menghadiri penyaluran bantuan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Kota Ternate, Kelurahan Sasa, Rabu, 11 Maret 2026.
Program tersebut menyalurkan bantuan renovasi lima madrasah di Maluku Utara serta fasilitas penunjang kegiatan belajar.
“Saya menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan kepada Maluku Utara, khususnya lima madrasah yang mendapat bantuan renovasi,” kata Sherly dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, dana renovasi berasal dari akumulasi dana sosial dari setiap pembelian voucher Indosat melalui platform Tokopedia yang kemudian disalurkan melalui Rumah Yatim.
Selain perbaikan bangunan sesuai hasil asesmen lapangan, bantuan juga mencakup sarana penunjang pembelajaran seperti komputer, papan tulis, proyektor, rak buku, meja, dan kursi.
Sherly menilai perbaikan fasilitas pendidikan merupakan investasi penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak bagi siswa.
Wakil Direktur Utama Rumah Yatim Abdurrahman mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya di wilayah Indonesia Timur.
Selain renovasi madrasah di Kota Ternate, program tersebut juga menyalurkan bantuan sosial di Kabupaten Halmahera Utara berupa 500 paket sembako, zakat fitrah, dan paket iftar Ramadan.
Koordinator Pemberdayaan Laznas Rumah Yatim Tubagus Idharul Jihad menambahkan tingkat renovasi di lima madrasah tersebut bervariasi, mulai dari kategori ringan hingga berat sesuai kondisi bangunan yang telah diverifikasi sebelumnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah perwakilan mitra dan instansi terkait, di antaranya Senior Vice President Tokopedia Digital Goods Rudi Dalimunthe, Senior Vice President IOH Digital Distribution Mutia Murwanti, Analis Kebijakan Kementerian Agama RI Nur Uyun, serta Kabid Bimas Islam Kanwil Kementerian Agama Maluku Utara Mahmud Zulkiram.(*)

Tinggalkan Balasan