TIMES MALUT – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menghadiri langsung kick off Program LAKSMI (Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk Inklusi) yang digelar di Gamalama Ballroom, Bela Hotel Ternate, Rabu 21 Januari 2026.

Program LAKSMI merupakan kolaborasi antara Eramet Beyond, Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) Foundation, dan pemerintah daerah untuk mendorong UMKM perempuan di Maluku Utara naik kelas dan lebih berdaya saing.

Dalam sambutannya, Sherly menegaskan program ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menjadi ruang belajar dan pengembangan usaha bagi pelaku UMKM.

“Ini ruang tumbuh dan ruang belajar. Harapannya UMKM di Ternate dan Maluku Utara bisa naik kelas. Kehadiran Eramet dan YCAB menunjukkan Maluku Utara menjadi proyek prioritas nasional dalam pemberdayaan ekonomi,” ujar Sherly.

Sherly juga menyoroti tantangan utama UMKM lokal, terutama konsistensi kualitas produk dan literasi keuangan. Menurutnya, kemasan produk UMKM Ternate sudah cukup baik, namun kualitas isi harus dijaga agar tetap konsisten.

“Packaging sudah bagus, tapi isinya harus berkelanjutan. Jangan sampai kualitas antar kemasan berbeda. Ini PR kita bersama agar produk UMKM bisa menjadi oleh-oleh yang terjamin kualitasnya,” katanya.

Selain kualitas produk, Sherly mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan. Ia menilai kenaikan omzet harus diiringi kemampuan mengelola keuntungan agar usaha bisa bertahan dalam jangka panjang.

Program LAKSMI 2026 di Maluku Utara akan memberikan pelatihan kepada 200 pelaku UMKM perempuan. Dari jumlah tersebut, akan dikurasi 25 UMKM terbaik yang berhak menerima bantuan modal usaha sebesar Rp 5 juta per UMKM.

Sherly mengapresiasi program tersebut, namun menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan. “Pengalaman saya, ketika pendampingan hilang, yang sudah naik kelas bisa turun lagi. Pengontrolan berkala harus tetap dilakukan agar mereka tetap on the right track,” ujarnya.

CEO YCAB Foundation Veronica Colondam menjelaskan, program LAKSMI fokus pada literasi keuangan dan pemasaran digital untuk memutus rantai pasok sehingga keuntungan UMKM bisa lebih optimal.

Sementara itu, CEO Eramet Indonesia Jerome Baudelet menegaskan komitmen Eramet dalam pemberdayaan masyarakat Maluku Utara. Ia menyebut Maluku Utara sebagai ‘tetangga’ penting bagi Eramet.

“Melalui filosofi construire l’avenir ensemble atau membangun masa depan bersama, kami ingin memastikan kehadiran Eramet memberikan dampak sosial nyata, khususnya bagi pemberdayaan perempuan,” katanya.

Kegiatan ini turut dihadiri Wali Kota Ternate Tauhid Soleman, Asisten Deputi Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro Kementerian UMKM Muhammad Firdaus, Sekprov Maluku Utara Samsuddin A. Kadir, pimpinan OPD, serta para pelaku UMKM perempuan.(*)