TIMES MALUT –  Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Tidore Kepulauan akan menggelar Festival Piala Pemuda/KNPI Tidore Se-Maluku Utara pada 22–25 Januari 2026. Kegiatan ini akan dipusatkan di Lapangan Dowora, Kecamatan Tidore Timur, Kota Tidore Kepulauan.

Festival tersebut dikhususkan bagi kelompok usia 9 hingga 12 tahun, dengan kuota pendaftaran sebanyak 24 tim untuk setiap kelompok usia. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana pembinaan serta konsolidasi pembinaan sepak bola usia dini di Maluku Utara.

Pendaftaran peserta dibuka mulai 9 hingga 20 Januari 2026 dengan biaya sebesar Rp500.000 per tim. Sementara itu, technical meeting dijadwalkan berlangsung pada 21 Januari 2026 sebagai tahapan penting guna memastikan kesiapan teknis dan profesionalitas pelaksanaan turnamen.

Ketua DPD KNPI Tidore Kepulauan, Mansyur Djamal, menyampaikan bahwa Festival Piala Pemuda Tidore tidak sekadar diselenggarakan sebagai turnamen olahraga, melainkan sebagai bagian dari strategi KNPI dalam membangun kemitraan kepemudaan berbasis pembinaan olahraga, khususnya dengan para pelatih dan pengelola Sekolah Sepak Bola (SSB) di Maluku Utara.

Menurut Mansyur, pelatih sepak bola memiliki peran sentral dalam pembangunan sumber daya manusia usia dini. Oleh karena itu, kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan komunitas pelatih dinilai penting untuk menciptakan sistem pembinaan yang terarah, berkelanjutan, dan tidak berhenti pada kegiatan yang bersifat seremonial.

“Kami ingin festival ini menjadi ruang bertemunya pelatih, pengelola SSB, dan organisasi kepemudaan untuk membangun pola pembinaan yang lebih serius dan berkesinambungan,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Maluku Utara, Hasby Yusuf, yang selama ini dikenal konsisten mendorong agenda politik kepemudaan berbasis penguatan kapasitas generasi muda.

Dukungan tersebut dipandang sebagai bentuk keberpihakan nyata terhadap pembinaan pemuda dari akar rumput. Hasby Yusuf menilai bahwa pembangunan kepemudaan tidak cukup berhenti pada wacana dan kegiatan seremonial, melainkan harus dimulai dari ruang-ruang pembinaan konkret seperti Sekolah Sepak Bola dan komunitas pelatih.

Bagi Hasby Yusuf, investasi terbesar daerah bukan hanya pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pembinaan karakter, disiplin, dan daya juang generasi muda sejak usia dini. Karena itu, kegiatan seperti Festival Piala Pemuda Tidore dinilai relevan sebagai model pembangunan kepemudaan yang progresif dan berdampak jangka panjang.

Dengan melibatkan SSB dari berbagai kabupaten dan kota se-Maluku Utara, festival ini diharapkan menjadi ajang silaturahmi antar pelatih, ruang pertukaran metode pembinaan, serta sarana pemetaan bakat-bakat muda potensial yang dapat dibina secara berjenjang dan profesional.

KNPI Tidore Kepulauan mengajak seluruh SSB, pelatih, serta pemangku kepentingan kepemudaan di Maluku Utara untuk berpartisipasi aktif dan menjadikan Festival Piala Pemuda Tidore sebagai gerakan bersama membangun masa depan sepak bola dan kepemudaan dari bawah, terstruktur, dan berkelanjutan.(*)