TIMES MALUT – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menegaskan komitmennya untuk menjadikan diplomasi budaya sebagai strategi utama memperkenalkan potensi daerah di tingkat nasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran menu khas Maluku Utara, Papeda Ikan Kuah Kuning dan Air Guraka, di Hotel Tentrem Semarang, Selasa, 11 November 2025.

Acara peluncuran yang berlangsung secara hybrid itu dihadiri oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Direktur Utama PT Hotel Candi Baru Irwan Hidayat, dan Brand Ambassador Hotel Tentrem Andy F. Noya.

Dalam kesempatan itu, Sherly Tjoanda mengatakan bahwa promosi kuliner khas daerah melalui jejaring hotel nasional seperti Tentrem menjadi langkah konkret memperluas jangkauan diplomasi budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

“Ketika tamu hotel mengenal Papeda, Kuah Ikan Kuning, dan Air Guraka, mereka tidak hanya mencicipi makanan, tetapi juga merasakan karakter dan cerita masyarakat Maluku Utara. Dari rasa yang tersaji tumbuh rasa ingin tahu, dan dari rasa ingin tahu itulah wisata bermula,” ujar Sherly.

Sherly menambahkan, diplomasi budaya merupakan cara halus namun efektif untuk memperkenalkan Maluku Utara kepada publik yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.

“Kami berharap setiap tamu yang mencicipi kuliner ini akan datang langsung ke Maluku Utara untuk merasakan pengalaman autentik—menikmati alam, budaya, dan keramahan masyarakatnya,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Hotel Candi Baru, Irwan Hidayat, mengisahkan awal mula ide menghadirkan kuliner Maluku Utara di Hotel Tentrem.

“Sekitar dua bulan lalu saya bertemu dengan Gubernur Maluku Utara, Ibu Sherly Tjoanda. Dari pertemuan itu lahir ide menghadirkan Papeda dan Ikan Kuah Kuning di hotel ini. Setelah kami pelajari, ternyata menarik sekali,” ujar Irwan.

Irwan menjelaskan, selain sebagai inovasi menu, kehadiran kuliner Maluku Utara juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya dan gizi Nusantara.

“Papeda memiliki kandungan serat yang tinggi dan baik untuk pencernaan. Semoga menu ini mendorong masyarakat untuk semakin mencintai kuliner tradisional Indonesia,” tuturnya.

Menu Papeda Ikan Kuah Kuning dan Air Guraka kini resmi menjadi bagian dari sajian sarapan Hotel Tentrem Semarang, bahkan dikembangkan menjadi varian baru seperti papeda goreng dan perkedel papeda. Air Guraka—minuman khas berbahan jahe, gula aren, kenari, dan serai—disajikan dalam dua pilihan, panas dan dingin.

Selain kuliner, diplomasi budaya Maluku Utara juga diperluas melalui promosi tenun Tidore dan tenun Ternate yang akan ditampilkan di gift shop Hotel Tentrem. Gubernur Sherly menyebut, langkah ini merupakan hasil kerja sama dengan Bank Indonesia dalam upaya menghidupkan kembali tenun khas Maluku Utara sebagai produk budaya bernilai ekonomi tinggi.

“Tenun Tidore bukan hanya kain, tapi narasi peradaban. Saat hadir di hotel seperti Tentrem, ia menjadi simbol bahwa budaya Maluku Utara hidup dan beradaptasi di era modern,” kata Sherly.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam sambutan tertulisnya memberikan apresiasi terhadap upaya Hotel Tentrem yang terus menghadirkan inovasi berakar budaya. Menurutnya, langkah ini menjadi inspirasi bagi industri perhotelan di Indonesia untuk menggali dan mengangkat kekayaan kuliner Nusantara.

Peluncuran menu khas Maluku Utara di Hotel Tentrem Semarang menjadi contoh nyata diplomasi budaya yang elegan—menghadirkan cita rasa sebagai medium persahabatan, promosi pariwisata, dan penguatan ekonomi daerah.

“Diplomasi budaya bukan hanya soal promosi, tetapi tentang menanamkan kebanggaan dan memperluas jejaring makna. Melalui kuliner, Maluku Utara berbicara kepada Indonesia dan dunia—dengan rasa, dengan cerita, dan dengan kehangatan,” tutup Sherly.(*)