TIMES MALUT – Pembangunan jalan Trans Kieraha di Maluku Utara kini membuka peluang baru bagi petani dan nelayan di Halmahera Timur. Jalur ini akan menjadi akses utama penghubung antara sentra pertanian dengan kawasan industri PT Indonesia Weda Industrial Park (IWIP) di Halmahera Tengah.
“Petani di Halmahera Timur nantinya bisa menjual hasil panennya langsung ke Halmahera Tengah. Ini bagian dari strategi ketahanan pangan daerah yang berpihak pada petani dan nelayan,” kata Gubernur Maluku Utara Sherly Laos, Sabtu, 8 November 2025.
Ruas Ekor–Kobe yang dibangun Pemprov Malut itu disebut bakal menjadi jalur logistik pangan utama. Dengan terbukanya konektivitas tersebut, biaya distribusi diharapkan lebih efisien dan nilai tukar petani meningkat.
Saat ini, kawasan IWIP mempekerjakan sekitar 80 ribu pekerja dan membutuhkan pasokan pangan dalam jumlah besar setiap bulan. “Dengan akses baru ini, hasil bumi dan laut masyarakat bisa langsung masuk ke pasar besar di IWIP,” ujar Sherly.
Pembangunan Trans Kieraha sudah memiliki studi kelayakan (FS) dan dokumen Amdal, yang kini tengah dibahas bersama TAPD dan Banggar DPRD Malut. Pada tahap awal, Pemprov Malut telah menganggarkan Rp20 miliar dalam Perubahan APBD 2025 untuk pembukaan badan jalan.
“Kami terbuka terhadap kritik dan masukan. Tujuannya hanya satu: memastikan setiap program benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” tambah Sherly.
Pemprov Malut berharap, keberadaan jalur Trans Kieraha dapat mendorong pertumbuhan sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan antarwilayah, sekaligus menjadi langkah nyata menuju kemandirian ekonomi masyarakat Maluku Utara.(*)

Tinggalkan Balasan