TIMES MALUT – Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) menggelar rapat koordinasi dan evaluasi capaian program pemerintah pusat di daerah. Rapat dipimpin Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, di Ruang Bidadari, Kantor Gubernur Malut, Sabtu, 20 September 2025.

Sejumlah pejabat hadir, di antaranya Wakil Wali Kota Ternate, Wakil Bupati Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Taliabu, serta perwakilan dari Tidore Kepulauan dan Halmahera Barat.

Sarbin menegaskan pemerintahan Sherly–Sarbin berkomitmen menyelaraskan seluruh kebijakan daerah dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” Dukungan nyata kabupaten/kota akan memastikan program pusat benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat Malut,” kata Sarbin.

Kepala SPPG Malut, Muhammad Ramli, melaporkan baru lima daerah yang mulai mengoperasikan dapur MBG, yaitu Ternate, Tidore, Halmahera Barat, Halmahera Utara, dan Halmahera Selatan. Total penerima manfaat mencapai ratusan ribu jiwa, namun sebagian besar dapur masih belum aktif.

Ramli menyebut program MBG tak hanya menyasar balita, ibu hamil, dan siswa, tapi juga berdampak pada ekonomi lokal,” Kami bekerjasama dengan BUMD dan Koperasi Desa Merah Putih melayani 3.000–4.000 penerima setiap hari, dengan valuasi ekonomi sekitar Rp 1 miliar per bulan,” jelasnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Maluku Utara, dr. Giscard Kroons, melaporkan sasaran CKG mencapai 1,3 juta jiwa. Hingga 16 September 2025, baru 165 ribu pendaftar baru (12,22%) dengan 151 ribu peserta diperiksa (11,17%). Kabupaten Taliabu mencatat capaian tertinggi 19,86%, sementara Halmahera Utara terendah 7,52%.

Dinas Koperasi UKM mencatat pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan di Maluku Utara telah tuntas 100% atau 1.185 unit.

Sementara BKKBN Maluku Utara menyebut capaian program Genting (Gerakan Orang Tua Asih Cegah Stunting) sudah menjangkau 77,3% sasaran.

Bappeda Maluku Utara mencatat jumlah penduduk miskin naik 1% menjadi 1.405.682 jiwa, atau bertambah 11.451 orang dibanding tahun 2024.

Menutup rapat, Sarbin menegaskan perlunya langkah nyata di lapangan,” Dengan komitmen bersama, MBG bisa berjalan baik, koperasi tumbuh sehat, stunting bergerak positif, dan kemiskinan bisa diatasi,” tandasnya.***