TIMES MALUT
 – Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe memimpin rapat percepatan operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), yang berlangsung  di ruang rapat bidadari.

Rapat ini menindaklanjuti konsolidasi nasional bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Pangan Zulkifli Hasan di Bali, 8 Agustus 2025 lalu.

Satgas Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)  Maluku Utara dibentuk lewat SK Gubernur Nomor 336/KPTS/MU/2025, 28 Mei 2025. Pemerintah provinsi berkomitmen memperkuat kelembagaan, menambah SDM, dan mendigitalisasi pengelolaan koperasi agar lebih modern.

“KDMP bukan sekadar memotong jalur distribusi, tapi juga jadi penyalur utama kebutuhan dasar masyarakat,” kata Sarbin, Rabu, 13 Agustus 2025.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Dwi Putra Indrawan, menilai program ini sejalan dengan Inpres Nomor 9 Tahun 2025 yang mencakup sembako, apotek, logistik, cold storage, dan pergudangan. Koperasi, ujarnya, juga berperan sebagai off taker bagi produk pertanian dan peternakan seperti di Jawa.

Senada, Sekretaris Satgas KDMP, Wa Zaharia, menyebut 100 persen Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Maluku Utara telah terbentuk—118 koperasi kelurahan, 1.067 koperasi desa, total 2.543 koperasi. Namun baru enam yang aktif, di Halmahera Tengah, Halmahera Utara, dan Kota Ternate. Koperasi Wairoro menjadi yang paling lengkap dengan dukungan Pertamina dan Bulog.

Sarbin meminta Satgas segera mengambil langkah mitigasi sambil menunggu petunjuk teknis pemerintah pusat,” Kita bekerja sebagai tim untuk menyukseskan program ini demi kesejahteraan masyarakat Maluku Utara,” ujarnya.***