TIMES MALUT – Untuk mempererat ikatan sejarah antara Spanyol dan Tidore, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen menyampaikan sejumlah usulan kerja sama kepada Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, Mr. Francisco de Asis Aguilera Aranda, saat kunjungan kerja ke Tidore.

“Terima kasih atas kunjungan Tuan Duta Besar beserta rombongan. Ini bukan sekadar kunjungan diplomatik, tetapi sebuah kunjungan kekeluargaan yang akan memperkuat hubungan historis dan budaya antara Spanyol dan masyarakat Maluku Utara,” ujar Muhammad, Senin, 14 Juli 2025.

Sinen mengangkat catatan sejarah penting terkait ekspor cengkeh pertama dari Tidore yang dibawa ke Spanyol dengan kapal Trinidad pada 11 Desember 1521, seberat sekitar 27,3 ton. Menurutnya, momen ini menjadi pijakan penting bagi hubungan masa depan antara kedua pihak, terutama dalam bidang sejarah, budaya, dan pariwisata.

Sebagai bentuk konkret penguatan hubungan, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mengusulkan kerja sama Sister City antara Tidore dan Kota Sevilla, Spanyol. “Kami juga mengusulkan kerja sama untuk revitalisasi benteng-benteng peninggalan Spanyol dan tugu pendaratan Juan Sebastian de Elcano di Tidore,” tambahnya.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Sultan Tidore, H. Husain Sjah, yang menyebut kunjungan ini sebagai kehormatan besar bagi Kesultanan dan masyarakat Tidore,” Kunjungan ini membawa esensi sejarah yang penting, tentang perjalanan Juan Sebastian de Elcano di masa silam, yang perlu terus diingat dan dijaga,” ucap Sultan.

Menanggapi sambutan hangat dan usulan kerja sama, Duta Besar Spanyol Francisco de Asis Aguilera Aranda mengungkapkan rasa bahagianya dapat mengunjungi Tidore. Ia menegaskan bahwa hubungan antara Spanyol dan Tidore telah terjalin sejak abad ke-16, dan nilai-nilai persahabatan menjadi pondasi utamanya.

“Usulan kerja sama antara Tidore dan Sevilla sangat kami hargai. Saya akan membawa dan mengangkat usulan tersebut ke pemerintah kami agar kerja sama ini tidak hanya menjadi kenangan sejarah, tetapi berkelanjutan hingga memberi manfaat bagi generasi mendatang,” tuturnya.

Kunjungan ini juga dirangkai dengan sejumlah kegiatan budaya yang mempererat ikatan emosional antara kedua bangsa yang telah bersentuhan sejak era penjelajahan samudra.***