TIMES MALUT – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara wisuda Universitas Terbuka (UT) Ternate.

Sebanyak 235 orang mahasiswa yang melangsungkan wisuda, terdiri dari program Diploma, S1 dan S2,  acara tersebut berlangsung di Aula Raudah Asrama Haji, Ternate, Kamis, 22 Mei 2025.

Gubernur mengatakan, apa yang saat ini dirasakan oleh para wisudawan/wisudawati pernah juga dirasakan oleh dirinya, dan itu suatu hal yang sangat membanggakan dari hasil kerja keras selama kurang lebih 4 tahun.

“Saya tahu, toga yang adik-adik gunakan hari ini bukan jalan pintas, banyak pengorbanan dan kerja keras  yang dilakukan untuk sampai di titik ini, serta doa yang tidak pernah putus dari  orang tua,,” ungkapnya.

Ia bilang, para wisudawan/ wisudawati tidak menempuh jalur pendidikan yang mudah, ada yang kuliah sambil bekerja, ada yang sudah menikah sambil menjaga anak sekaligus bekerja tetapi bisa menyempatkan diri untuk belajar, dan akhirnya bisa menyelesaikan pendidikan selama kurang lebih 4 tahun di Universitas Terbuka (UT).

“Kalian dapat membuktikan bahwa ketekunan bisa mengalahkan keterbatasan, sehingga dapat menyelesaikan wisuda dan mengenakan toga dengan bangga pada hari ini,” jelasnya.

Istri mendiang Benny Laos ini menyatakan, Universitas Terbuka  (UT) Ternate, juga menjadi salah satu solusi bagi putra-putri Maluku Utara untuk melanjutkan pendidikan baik itu S1 maupun S2. Serta bagi mereka yang mungkin dengan segala keterbatasan biaya, tetapi bisa mendapatkan pendidikan yang layak.

“Karena dengan pendidikan yang layak dapat memutus mata rantai kemiskinan serta bisa membangun masa depan Maluku Utara yang lebih baik lagi,”jelasnya.

Kata Sherly, hari ini bukan akhir, tapi ini adalah awal, dunia kerja itu tidak mudah, dirinya percaya bahwa wisudawan/wisudawati sudah menempuh pendidikan sampai di titik ini penuh dengan pengorbanan, maka seyogyanya sudah siap untuk masuk ke dunia kerja.

“Bagi yang tertarik untuk melanjutkan S2, saya sampaikan bahwa ada beasiswa dari LPDP dan di akhir Mei ini akan dilakukan sosialisasi lagi untuk penerima beasiawa tersebut, yang terpenting adalah menumbuhkan keterampilan dan skill,” pintahnya.

Sherly berharap, wisudawan/wisudawati bisa menjadi solusi serta menjadi pribadi yang cerdas bukan hanya secara akademis tapi juga mental yang kuat memiliki kompas moral yang baik dan kemudian tangguh secara sosial,

“Karana sebaik-baiknya manusia adalah yang berguna bagi sesama, negeri Maluku Utara membutuhkan anda bukan hanya sebagai pencari kerja tetapi sebagai pencipta perubahan,” jelasnya.

“Semoga anda menjadi agen perubahan di masa depan bagi Maluku Utara yang lebih maju. Saya berpesan, terkadang hidup tidak memberikan kita jalan yang mulus tetapi selalu memberikan kita kesempatan untuk melangkah dan mereka yang tetap melangkah walaupun sekecil apapun langkah itu maka kalian adalah pemenang yang sejati,” tambahnya.***