TIMES MALUT – Setelah ditetapkan sebagai Gubernur oleh KPU Provinsi Maluku Utara, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos menegaskan bahwa Pilkada adalah kompetisi yang sejatinya bertujuan menghadirkan pemimpin terbaik bagi rakyat.

“Kompetisi itu telah selesai. Tidak ada lagi kubu-kubu, tidak ada lagi perbedaan yang harus dipertajam. Yang ada hanyalah satu Maluku Utara, satu masyarakat yang bersatu, dan satu tujuan yang sama membangun provinsi ini agar lebih maju, lebih sejahtera, lebih berkeadilan dan lebih bermartabat,”, kata Sherly, Kamis, 6 Februari 2025.

Sherly bilang, kemenangan dirinya bersama Sarbin Sehe adalah kemenangan rakyat maluku utara, yang menginginkan perubahan dan kemajuan di Maluku Utara

“Ini bukanlah kemenangan kami saja, bukan pula hanya kemenangan tim dan pemilih kami. Ini adalah kemenangan rakyat Maluku Utara. Kemenangan bagi para nelayan, petani, buruh, pedagang, guru, tenaga kesehatan, anak-anak muda, perempuan, dan seluruh elemen masyarakat yang ingin melihat perubahan dan kemajuan nyata di tanah ini,”ucap Sherly.

“Saya berkomitmen untuk merangkul semua pihak, mendengar aspirasi semua kelompok, dan bekerja untuk kepentingan seluruh rakyat, bukan hanya segelintir orang,” tambah Sherly.

Sherly menambahkan, demokrasi tidak berakhir di bilik suara, tetapi justru harus terus hidup dalam dialog, kerja sama, dan partisipasi aktif masyarakat dalam pemerintahan.

“Oleh karena itu, saya membuka pintu selebar-lebarnya bagi semua pihak untuk bersama-sama membangun Maluku Utara. Tidak ada dendam politik, tidak ada perpecahan. Yang ada adalah kebersamaan dan semangat gotong royong untuk membangun negeri ini,” tegasnya.