TIMES MALUT – Kepala Desa Kosa, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, dilaporkan oleh warganya sendiri atas dugaan menjadi alat politik penguasa.
Tuduhan ini mengemuka saat warga Desa Kosa menyampaikan keluhan tersebut dalam kampanye pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Samsul Rizal Hasdi dan Adam Dano Jafar, yang berlangsung di Desa Kosa, pada Senin 7 Oktober 2024 kemarin.
Seorang warga dalam kampanye itu mengungkapkan bahwa Kepala Desa Kosa diduga menggunakan bantuan sosial sebagai alat untuk mempengaruhi pilihan warga dalam pemilihan yang akan datang.
“Kepala Desa Kosa menggunakan bantuan sosial dan menyuruh warga untuk memilih pasangan nomor urut satu,” ungkap warga tersebut di hadapan massa kampanye, menyiratkan adanya upaya intervensi politik yang dilakukan oleh kepala desa.
Pernyataan warga tersebut mendapat respons tegas dari anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan, Hasanuddin Fabanyo. Hasanuddin mengkritik keras sikap Kepala Desa yang seharusnya bertindak netral, mengingat posisi Kepala Desa adalah hasil pilihan warga.
“Kan yang pilih kades ini warga, tapi kenapa takut pada penguasa?” tanya Hasanuddin dengan penuh keheranan, menyoroti fenomena di mana pejabat desa tunduk pada tekanan politik dari atas.
Sementara itu, calon Wali Kota Tidore Kepulauan, Samsul Rizal Hasdi, juga ikut menanggapi persoalan ini dengan memberikan penegasan. Samsul menyebutkan bahwa dirinya telah memiliki sejumlah data terkait penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan oleh Kepala Desa Kosa. Namun, ia yakin tindakan tersebut bukanlah kehendak pribadi, melainkan karena adanya tekanan politik dari pihak penguasa.
“Saya yakin dari lubuk hati mereka yang terdalam tidak ingin melakukan itu, tapi mereka terpaksa. Olehnya itu saya sampaikan, jangan takut,” tegas Samsul Rizal di hadapan warga, memberikan dorongan kepada masyarakat dan perangkat desa agar berani bersikap adil dan tidak tunduk pada tekanan politik.
Persoalan ini menambah dinamika politik yang semakin memanas di tengah masa kampanye, di mana isu penyalahgunaan wewenang dan intervensi penguasa lokal menjadi sorotan utama di wilayah Oba.***

Tinggalkan Balasan