TIMES MALUT – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di Desa Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula.
Banjir yang terjadi pada 12 Maret tersebut dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah itu selama beberapa waktu hingga menyebabkan air meluap dan merendam permukiman warga.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, mengatakan pemerintah daerah bergerak cepat untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.
“Saudara-saudara kita di Sula sedang menghadapi ujian yang berat. Pemerintah hadir untuk memastikan mereka tidak menghadapi situasi ini sendirian,” kata Sherly, Senin, 16 Maret 2026.
Untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat, pemerintah provinsi mengerahkan Kapal Permata Obi guna mengirimkan logistik bantuan ke wilayah terdampak.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Maluku Utara, bantuan yang disalurkan antara lain beras, gula, ikan kaleng, mi instan, susu, teh, dan kopi. Selain itu, pemerintah juga mengirimkan perlengkapan darurat seperti terpal, matras, selimut, sarung, paket kebersihan, serta perlengkapan bayi.
Data sementara dari BPBD Kabupaten Kepulauan Sula mencatat sekitar 95 kepala keluarga atau 335 jiwa terdampak banjir. Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, sementara beberapa infrastruktur seperti jembatan dan talud penahan banjir juga dilaporkan rusak.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Sula, Syamsudin Ode Maniwi, mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat ini warga terdampak telah berada di tempat yang aman.
“Yang terpenting saat ini adalah memastikan masyarakat terlindungi dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara memastikan penyaluran bantuan akan terus dilakukan secara bertahap sambil memantau kondisi di lapangan bersama pemerintah kabupaten dan pihak terkait lainnya.(*)

Tinggalkan Balasan