TIMES MALUT – Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong percepatan dan pemerataan ekonomi rakyat, khususnya di sektor perikanan.
Hal itu disampaikan Sherly saat melakukan kunjungan kerja dan sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di kampung nelayan Desa Sidangoli Dehe, Kabupaten Halmahera Barat, Selasa, 3 Maret 2026.
Menurut Sherly, program KUR diharapkan mampu membantu nelayan bertransformasi dari sekadar bertahan menjadi berkembang, dari bergantung menjadi mandiri, serta dari sektor informal menuju profesional.
“Pemerintah hanya sebagai regulator dan fasilitator. Kami berkolaborasi dengan PT Bank BRI dalam penyediaan akses permodalan melalui KUR bagi para nelayan,” kata Sherly.
Ia menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 36.000 nelayan di Maluku Utara. Setiap tahun, sekitar 200 kapal bantuan disalurkan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan.
Namun, kata dia, bantuan pemerintah masih terbatas. Pemerintah provinsi hanya membantu mesin 15 PK, sedangkan pengadaan kapal maupun mesin bagi nelayan yang belum memiliki dapat diakses melalui skema KUR.
Adapun skema pinjaman KUR yang ditawarkan antara lain Rp 35 juta dengan cicilan sekitar Rp 600.000 per bulan, Rp 40 juta dengan cicilan Rp 700.000 per bulan, serta Rp 50 juta dengan cicilan sekitar Rp 900.000 per bulan.
Melalui sosialisasi tersebut, Sherly berharap nelayan semakin mandiri, terutama dalam pengelolaan usaha dan manajemen keuangan.
Dalam kegiatan itu juga digelar dialog interaktif. Sejumlah nelayan menanyakan prosedur pengajuan KUR hingga permintaan bantuan ternak kambing.
Di akhir kegiatan, gubernur turut menyerahkan bantuan kepada anak-anak yang hadir di lokasi acara.(*)

Tinggalkan Balasan