TIMES MALUT – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dalam menyukseskan program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan di Maluku Utara.

Apresiasi tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat Silaturahmi Mendikdasmen bersama Pendidik SMA/SMK/SLB se-Maluku Utara yang digelar secara hybrid dan berpusat di SMAN 4 Ternate, pada Jumat, 13 Desember 2025 kemarin.

Abdul Mu’ti menyebut program revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran di Maluku Utara berjalan dengan baik. Ia berharap seluruh program tersebut berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan.

“Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi transformasi keterampilan dan nilai. Ini menyangkut peradaban bangsa, kualitas kompetensi, dan kesejahteraan guru,” kata Abdul Mu’ti.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan karakter, pembelajaran mendalam (deep learning), serta langkah konkret menghadapi rendahnya capaian literasi global dan tingginya paparan konten digital yang tidak edukatif pada anak.

Sementara itu, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menyampaikan bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap pendidikan di Maluku Utara sangat besar. Pada 2025, Maluku Utara menerima anggaran revitalisasi pendidikan sebesar Rp92,035 miliar untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB.

Rinciannya, 35 SMA menerima Rp36,45 miliar, 33 SMK memperoleh Rp48,83 miliar, serta 7 SLB mendapat Rp6,75 miliar yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.

“Ini investasi besar bagi masa depan anak-anak Maluku Utara. Revitalisasi bukan hanya soal bangunan, tetapi tanggung jawab menjaga kualitas pendidikan,” ujar Sherly.

Pemprov Maluku Utara juga terus mendorong digitalisasi pendidikan, termasuk menangani sekitar 80 titik sekolah yang belum memiliki akses sinyal serta memastikan pendidikan gratis tanpa pungutan uang sekolah dan komite.

Untuk 2026, perhatian pemerintah pusat diproyeksikan meningkat dengan usulan revitalisasi 785 satuan pendidikan, mencakup SD, SMP, PAUD, hingga PKBM. Program SMA Terbuka juga direncanakan mulai diterapkan sebagai solusi pendidikan di wilayah kepulauan.

Sherly mengajak seluruh guru untuk menjawab perhatian besar tersebut dengan komitmen dan inovasi pembelajaran demi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.(*)