TIMES MALUT – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda memulai Safari Ramadan Pemprov Maluku Utara dengan buka puasa dan jamuan makan malam bersama di Kampung Ramadan, Taman Sultan Tidore, Sofifi, Senin, 2 Maret 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD hingga masyarakat. Agenda Safari Ramadan ini dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang akan digelar di seluruh kabupaten/kota di Maluku Utara.

Sebelum berbuka puasa, Sherly meninjau puluhan tenant UMKM di Kampung Ramadan. Ia mengaku telah melakukan survei langsung terhadap pendapatan pedagang.

“Saya sudah survei langsung, pendapatan rata-rata UMKM di sini berkisar Rp 500 ribu sampai Rp 900 ribu per hari. Kalau dihitung, omzetnya bisa minimal Rp 15 juta per bulan. Ini modal yang sangat baik untuk menyambut Lebaran,” kata Sherly.

Menurutnya, pelaksanaan Kampung Ramadan tahun ini akan menjadi bahan evaluasi. Saat ini terdapat 30 tenant yang terlibat, dan ke depan jumlahnya ditargetkan bertambah dengan fasilitas yang lebih baik.

Selain soal ekonomi, Sherly juga mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) tetap menjaga produktivitas selama Ramadan.

“Jangan banyak tidur sore menunggu buka. Produktivitas harus tetap terjaga,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Maluku Utara mempercepat pencairan hak ASN. Gaji Maret telah dibayarkan pada pekan terakhir Februari, sementara TPP Januari-Februari dijadwalkan cair pekan ini.

Safari Ramadan dan GPM Pemprov Maluku Utara sebelumnya telah digelar di Morotai dan Halmahera Utara, dan akan berlanjut ke Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Selatan, Halmahera Tengah, Tidore, Kepulauan Sula, Pulau Taliabu hingga berakhir di Ternate.

Di akhir kegiatan, pemerintah provinsi menyerahkan bantuan perlengkapan salat dan alat musik rebana kepada masyarakat. Bantuan tersebut menjadi stimulan menjelang Festival Rebana tingkat provinsi yang direncanakan digelar usai Idulfitri.(*)