TIMES MALUT – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda melakukan pertemuan dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, guna membahas penanganan bencana yang terjadi di wilayah Maluku Utara pada 2 April 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Sherly menegaskan bahwa langkah penanganan bencana tidak boleh berhenti pada tahap pendataan semata. Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama BNPB terus melakukan identifikasi kondisi di lapangan sebagai dasar pengambilan kebijakan lanjutan, khususnya dalam percepatan pemulihan bagi masyarakat terdampak.

Berdasarkan data sementara, jumlah warga terdampak mencapai sekitar 2.000 jiwa, dengan 1.107 jiwa di antaranya mengungsi. Selain itu, sekitar 300 unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan. Sebanyak 11 rumah ibadah terdampak, serta 1 sarana pendidikan dan 3 fasilitas umum turut mengalami kerusakan.

Sementara itu, infrastruktur jalan dan jembatan dilaporkan dalam kondisi aman.

“Penanganan tidak berhenti pada pendataan. Tahap selanjutnya adalah percepatan perbaikan dan pemulihan dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” kata Sherly, Rabu, 8 April 2026.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala BNPB atas dukungan pemerintah pusat dalam merespons cepat bencana yang terjadi di daerah.

Menurut Sherly, sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama agar proses pemulihan dapat berjalan cepat, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak.

“Di tengah ujian ini, kekuatan terbesar kita adalah kebersamaan. Dari situlah pemulihan dimulai,” ujarnya.(*)