TIMES MALUT – Pemerintah Daerah Tidore Kepulauan menyiapkan Sirkuit Rum Selawaring sebagai destinasi wisata baru. Proyek yang berdiri di atas lahan lebih dari tujuh hektare ini ditargetkan mulai dikerjakan pada 2026 atau 2027.

Kepala Dinas Pariwisata, Daud Muhammad, menyebut dokumen detail engineering design (DED) dan master plan kawasan sudah disiapkan. “Tinggal anggarannya. Antara 2026 atau 2027 kita mulai bangun,” kata Daud, Rabu, 11 September 2025.

Kawasan Rum Selawaring dikembangkan dengan pendekatan 3A: atraksi, amenitas, dan aksesibilitas. Seluruh kegiatan wisata, dari permainan anak hingga pertunjukan budaya dan musik, dipusatkan di lokasi ini. Lahan yang berstatus milik pemerintah daerah itu disebut clear and clean, tanpa masalah pembebasan tanah.

Pemerintah memperkirakan kebutuhan dana mencapai Rp 30–40 miliar. Anggarannya tidak hanya bersumber dari APBD, tapi juga diupayakan lewat APBN,” Karena luasannya besar, kita butuh dukungan anggaran pusat,” ujarnya.

Berbeda dengan Pulau Maitara yang sudah lama menjadi tujuan wisata, Rum Selawaring dirancang sebagai spot baru. Lokasinya berada di jalur nasional sehingga mudah diakses dari Ternate maupun Manado. Pemerintah juga menyiapkan pola operasional yang cukup panjang, dari pukul 12.00 WIT siang hingga 12.00 WIT malam.

Selain Rum Selawaring, Dinas Pariwisata akan menyiapkan pengembangan di Pulau Maitara dan beberapa titik di tugulufa. Namun Rum Selawaring diposisikan sebagai pembuka wajah baru pariwisata Tidore.***