TIMES MALUT – Laga panas akan tersaji Senin, 30 Juni 2025 pukul 19:00 WIT dalam lanjutan Turnamen ACC EXP LV 2025. Tensi pertandingan antara Lelilef United vs Tjeju FC sudah memanas sejak sebelum pertandingan dimulai.
Tanpa basa-basi, kubu Tjeju FC melontarkan serangan psikologis yang menghantam langsung ke jantung moral Lelilef United.
Kapten Tjeju FC, Abid Albahar, menyebut laga ini bukan pertandingan, tapi sekadar formalitas untuk mencatat kemenangan.
“Lelilef United terlalu ringan. Mereka datang dengan semangat lokal, tapi tanpa kualitas. Kami datang untuk menang besar, dan mereka akan jadi korban. Mereka tidak punya arah bermain yang jelas, itu sebabnya Kami akan bawa pulang kemenangan dengan gaya, ” ucapnya dingin.
Striker utama Tjeju FC, Muhamad Galang, tak kalah tajam. Pemain asal Bastiong yang dikenal haus gol ini menilai Lelilef United hanyalah sekumpulan pemain yang dikumpulkan tanpa konsep.
“Kami tahu siapa yang kami lawan. Lelilef United? Mereka bukan tim. Mereka cuma kumpulan pemain panggilan yang disatukan oleh Bung Idris Ico. Main bola itu butuh visi dan pengalaman, bukan asal comot orang,” sindir Galang.
Lebih keras lagi, pelatih Tjeju FC Fijay Su, yang dijuluki ‘Si Dingin Tapi Mematikan’, benar-benar memukul mental lawan lewat pernyataannya:
“Lawan yang kita hadapi ini sangat lemah dan tidak memiliki strategi maupun skill. Mereka semua pemain amatiran yang dipanggil Bung Idris Ico. Kami tidak melihat ancaman dari Lelilef United, yang kami lihat hanya peluang untuk mencetak skor besar dan mempermalukan mereka di kandang sendiri,” ucap Fijay dengan senyum penuh percaya diri.
Tjeju FC tidak hanya datang untuk bermain, mereka datang membawa misi menjatuhkan mental tim tuan rumah. Bahkan beberapa pemain Tjeju menyebut laga malam ini sebagai “laga latihan dengan penonton”.
Kini sorotan publik mengarah ke Lelilef United — apakah mereka akan membungkam semua sindiran dan menjadikan ejekan sebagai bahan bakar, atau justru tenggelam di tengah lapangan oleh tekanan dan dominasi Tjeju FC.
Jawabannya akan terlihat malam ini. Tapi satu yang pasti, Tjeju FC tak datang untuk bersalaman, mereka datang untuk menghancurkan.(*)

Tinggalkan Balasan