TIMES MALUT – Dalam suasana kekeluargaan pada perayaan Idul Adha 1446 H, Ketua Forum Komunikasi Generasi Muda Kelurahan Dowora (FOMASIGARO) bersama Panitia Pelaksana Turnamen Formasigaro Cup 2025 kembali bersilaturahmi dengan Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, Ade Kama, pada Jumat, 6 Juni 2025 tadi malam.
Pertemuan yang berlangsung di kediaman pribadi Ketua DPRD ini merupakan pertemuan kedua, menandakan adanya kesinambungan komunikasi dan kedekatan yang dibangun antara elemen pemuda dan pemimpin legislatif daerah.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Pemuda Dowora, Suyono Sahmil bersama Panitia menyampaikan perkembangan persiapan Turnamen Formasigaro Cup dan mendiskusikan pembangunan jangka panjang bagi kemajuan infrastruktur Lapangan Dowora.
Suyono menyampaikan, Komitmen dan Semangat Pemuda Dowora menyelenggarakan Formasigaro Cup tidak hanya sebagai ajang kompetisi sepak bola, tetapi juga sebagai simbol kebangkitan semangat kolektif, integrasi sosial antar-kelurahan, serta ruang ekspresi positif bagi generasi muda khususnya di dunia Sepakbola.
Kegiatan ini menurutnya lahir dari dorongan internal pemuda untuk menciptakan ruang partisipatif yang sehat dan membangun.
Ia menjelaskan bahwa tantangan generasi muda saat ini bukan hanya soal fasilitas dan dana, tetapi juga kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka mampu mengelola, memimpin, dan berkontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya.
“Kami hadir bukan sekadar menyelenggarakan turnamen, tetapi membawa misi sosial dan penguatan karakter. Di lapangan, anak-anak muda belajar disiplin, solidaritas, sportivitas, dan kerja sama. Semua nilai itu penting bagi masa depan membangun dunia sepakbola di Tidore Timur,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, Ade Kama, memberikan sambutan hangat dan menyampaikan apresiasi atas konsistensi para pemuda yang telah dua kali datang menyampaikan rencana dan perkembangan kegiatan mereka.
Ia mengakui bahwa inisiatif yang lahir dari akar rumput seperti ini perlu didukung, karena memperlihatkan adanya energi positif dan kesadaran kolektif untuk membangun dari bawah.
“Saya merasa bangga. Tidak semua wilayah punya anak muda yang aktif seperti ini, Pemuda Dowora bersilaturahmi menawarkan ide/rencana, maka sebagai wakil rakyat saya merasa tergerak untuk ikut ambil bagian,” ujar Ade Kama.
Ia juga menyampaikan bahwa sebagai Pimpinan DPRD yang berasal dari Kecamatan Tidore Timur, maka sudah menjadi keharusan dan kewajiban untuk ikut membantu panitia secara moral dan teknis, termasuk mendorong kemungkinan alokasi anggaran yang mendukung pelaksanaan turnamen, dan dalam hal penyediaan sarana pendukung dan perbaikan infrastruktur lapangan di masa mendatang.
Pembangunan Lapangan Dowora Jadi Prioritas
Salah satu isu strategis yang disampaikan pemuda adalah kondisi Lapangan Dowora, yang selama ini kurang mendapatkan perhatian yang serius dalam urusan pembuatan dan peningkatan fasilitasnya.
“Lapangan Dowora yang menjadi ikon olahraga lokal Tidore Timur tetapi selama ini kurang mendapatkan sentuhan serius, tantangan besar Pemuda Dowora saat ini adalah terus menyelenggarakan Turnamen dan memperjuangkan peningkatan fasilitas lapangan,” Jelas Suyono.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD menyatakan bahwa pembangunan Lapangan Dowora akan menjadi salah satu agenda perjuangan Dirinya sebagai pimpinan DPRD Kota Tidore Kepulauan.
“Lapangan Dowora jangan hanya dimanfaatkan setahun sekali saat turnamen saja, saya berharap ke depan dengan peningkatan fasilitas, lapangan tersebut harus digunakan Pemuda Dowora sebagai pusat pelatihan olahraga di kawasan Tidore Timur maupun Kota Tidore Kepulauan, ” terang Ade Kama.
Pada Pertemuan tersebut, Pemuda Dowora juga memaparkan rencana jangka panjang Formasigaro Cup, termasuk inisiatif menjadikan turnamen ini sebagai platform pembinaan usia dini, penyaringan bakat lokal, hingga kerja sama dengan sekolah-sekolah, akademi bola, dan pelatih berlisensi.
Tak hanya itu, ada juga rencana sosial yang terintegrasi seperti: gerakan penghijauan lapangan, pelibatan UMKM lokal saat pertandingan berlangsung, dan kampanye anti-narkoba di sela-sela kegiatan olahraga.
“Formasigaro Cup ini tidak boleh berhenti sebagai agenda hiburan. Kita ingin mengarahkan kegiatan ini menjadi bagian dari pembangunan karakter masyarakat. Sepak bola adalah pintu masuk, tapi yang ingin kita capai lebih dari itu,” terang Suyono Sahmil.
Dirinya juga menyampaikan, silaturahmi antara generasi muda Kelurahan Dowora dan Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan bukan hanya bentuk kegiatan seremonial, tetapi sebuah langkah konkrit menuju pembangunan berbasis komunitas. Ketika pemuda bergerak dengan rencana, dan pemimpin mendengar dengan tulus, maka harapan akan tumbuh lebih cepat.
“Formasigaro Cup 2025 kini bukan hanya tentang pertandingan sepak bola—tetapi tentang masa depan, kolaborasi, dan warisan sosial untuk Tidore Timur yang lebih maju,” tutupnya.***

Tinggalkan Balasan